Hakikat Bahasa: Bahasa Itu Konvensional
By Bambang Wibowo | Nopember 2, 2008
Meskipun hubungan antara lambang bunyi dengan yang dilambangkannya bersifat arbitrer, penggunaan lambang tersebut untuk suatu konsep tertentu bersifat konvensional. Artinya, semua anggota masyarakat bahasa itu mematuhi konvensi bahwa suatu lambang digunakan untuk mewakili konsep yang dilambangkannya.
Read the rest of this entry »
Topics: kuliah bahasa indonesia | No Comments »
Hakikat Bahasa: Bahasa Itu Arbitrer
By Bambang Wibowo | Nopember 1, 2008
Kata arbitrer bisa diartikan ’sewenang-wenang, berubah-ubah, tidak tetap, manasuka’. Yang dimaksud dengan istilah arbitrer itu adalah tidak adanya hubungan wajib antara lambang bahasa (yang berwujud bunyi itu) dengan konsep atau pengertian yang dimaksud oleh lambang tersebut. Umpamanya, antara [kuda] dengan yang dilambangkannya, yaitu “sejenis binatang berkaki empat yang biasa dikendarai”. Kita tidak dapat menjelaskan mengapa binatang tersebut dilambangkan dengan bunyi [kuda], bukan [aduk] atau [akud].
Read the rest of this entry »
Topics: kuliah bahasa indonesia | No Comments »
Hakikat Bahasa: Bahasa itu Bermakna
By Bambang Wibowo | Oktober 31, 2008
Dari tulisan sebelumnya sudah dibicarakan bahwa bahasa itu adalah sistem lambang yang berwujud bunyi, atau bunyi ujar. Sebagai lambang tentu ada yang dilambangkan. Maka, yang dilambangkan itu adalah suatu pengertian, konsep, ide atau suatu pikiran yang ingin disampaikan dalam wujud bunyi. Oleh karena lambang-lambang itu mengacu pada suatu konsep, ide atau pikiran, dapat dikatakan bahwa bahasa itu mempunyai makna.
Dalam studi semantik ada teori makna yang mengatakan bahwa makna itu sama dengan bendanya, tetapi ada juga yang mengatakan bahwa makna itu adalah konsepnya, sebab tidak semua lambang bahasa yang berwujud bunyi itu mempunyai hubungan dengan benda-benda konkret di alam nyata. Lambang bunyi [kuda] dan [rumah] punya benda konkret di alam nyata; tetapi lambang bunyi [agama] dan [adil] tidak punya benda konkret di alam nyata ini (tidak punya referen atau rujukan).
Read the rest of this entry »
Topics: kuliah bahasa indonesia | No Comments »
Hakikat Bahasa: Bahasa Adalah Bunyi
By Bambang Wibowo | Oktober 30, 2008
Kata bunyi sering sukar dibedakan dengan suara, sudah biasa kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Secara teknis, menurut Kridalaksana, bunyi adalah kesan pada pusat saraf sebagai akibat dari getaran gendang telinga yang bereaksi karena perubahan-perubahan dalam tekanan udara. Bunyi itu bisa bersumber pada gesekan atau benturan benda-benda, alat suara pada binatang dan manusia.
Yang dimaksud bunyi pada bahasa atau yang termasuk lambang bahasa adalah bunyi-bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Jadi, bunyi yang bukan dihasilkan oleh alat ucap manusia tidak termasuk bunyi bahasa. Namun, tidak semua yang dihasilkan oleh alat ucap manusia termasuk bunyi bahasa, seperti teriakan, bersin, batuk, dan bunyi orokan. Semua itu dihasilkan oleh alat ucap manusia tetapi tidak termasuk ke dalam sistem bunyi bahasa.
Read the rest of this entry »
Topics: kuliah bahasa indonesia | No Comments »
Hakikat Bahasa: Bahasa sebagai Lambang
By Bambang Wibowo | Oktober 28, 2008
Kata lambang sering dipadankan dengan kata simbol dengan pengertian yang sama. Lambang dengan segala seluk-beluknya dikaji orang dalam kegiatan ilmiah dalam bidang kajian yang disebut ilmu semiotika atau semiologi, yaitu ilmu yang mempelajari tanda-tanda yang ada dalam kehidupan manusia, termasuk bahasa. Dalam semiotika dibedakan adanya beberapa jenis tanda, yaitu antara lain tanda (sign), lambang (simbol), sinyal (signal), gejala (symptom), gerak isyarat (gesture), kode, indeks, dan ikon.
Pengertian dari beberapa jenis tanda tadi mungkin saling tumpang tindih. Bahasa sebagai lambang harus dipahami bahwa bahasa adalah suatu sistem lambang dalam wujud bunyi-bahasa, bukan dalam wujud yang lain.
Topics: kuliah bahasa indonesia | No Comments »
Hakikat Bahasa: Bahasa sebagai Sistem
By Bambang Wibowo | Oktober 28, 2008
Dalam kaitan dengan keilmuan, sistem berarti susunan teratur berpola yang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna atau berfungsi. Sistem ini dibentuk oleh sejumlah unsur atau komponen yang satu dengan lainnya berhubungan secara fungsional.
Sistem bahasa juga terdiri dari unsur-unsur atau komponen-komponen yang secara teratur tersusun menurut pola tertentu, dan membentuk suatu kesatuan.
Read the rest of this entry »
Topics: kuliah bahasa indonesia | No Comments »
« Previous Entries Next Entries »



