Blog Stats

Tulisan Terdahulu

Kategori


« Hakikat Bahasa: Bahasa sebagai Lambang | Main | Hakikat Bahasa: Bahasa itu Bermakna »

Hakikat Bahasa: Bahasa Adalah Bunyi

By Bambang Wibowo | Oktober 30, 2008

Kata bunyi sering sukar dibedakan dengan suara, sudah biasa kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Secara teknis, menurut Kridalaksana, bunyi adalah kesan pada pusat saraf sebagai akibat dari getaran gendang telinga yang bereaksi karena perubahan-perubahan dalam tekanan udara. Bunyi itu bisa bersumber pada gesekan atau benturan benda-benda, alat suara pada binatang dan manusia.

Yang dimaksud bunyi pada bahasa atau yang termasuk lambang bahasa adalah bunyi-bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Jadi, bunyi yang bukan dihasilkan oleh alat ucap manusia tidak termasuk bunyi bahasa. Namun, tidak semua yang dihasilkan oleh alat ucap manusia termasuk bunyi bahasa, seperti teriakan, bersin, batuk, dan bunyi orokan. Semua itu dihasilkan oleh alat ucap manusia tetapi tidak termasuk ke dalam sistem bunyi bahasa.

Jika bahasa adalah bunyi, bagaimana dengan bahasa tulisan? Dalam linguistik yang disebut bahasa adalah yang diucapkan/dilisankan. Inilah yang menjadi obyek utama kajian linguistik, yang primer. Sementara itu, bahasa tulisan sifatnya sekunder karena hanya merupakan “rekaman” dari bahasa lisan. Jadi, bahasa yang seharusnya diucapkan atau dilisankan, dalam bahasa tulisan diganti dan huruf-huruf dan tanda-tanda lain menurut suatu sistem suara.

Bahwa hakikat bahasa adalah bunyi, atau bahasa lisan dapat kita saksikan sampai kini banyak sekali bahasa di dunia ini, termasuk di Indonesia, yang hanya punya bahasa lisan. Kalaupun ada bahasa tulisnya, itu diadopsi dari sistem bahasa lain (Arab, Latin, Jawa).

Berbagi dan Nikmati: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • del.icio.us
  • Netvouz
  • DZone
  • ThisNext
  • MisterWong
  • Wists
  • Ma.gnolia
  • Reddit
  • BlogMemes
  • Netscape
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • YahooMyWeb

Topics: kuliah bahasa indonesia |

Comments