« Hakikat Bahasa: Bahasa Itu Dinamis | Main
Fonologi, Ilmu yang Mempelajari Bunyi
By Bambang Wibowo | Maret 12, 2009
Kalau kita mendengar orang berbicara, entah berpidato atau bercakap-cakap, maka kita akan mendengar runtunan bunyi bahasa yang terus menerus, kadang-kadang terdengar suara menaik dan menurun, kadang-kadang terdengar hentian sejenak atau hentian agak lama, kadang-kadang terdengar tekanan keras atau lembut, dan kadang-kadang terdengar pula suara pemanjangan dan suara biasa.
Runtunan bunyi bahasa ini dapat dianalisis atau disegmentasikan berdasarkan tingkatan-tingkatan kesatuannya yang ditandai dengan hentian-hentian atau jeda yang terdapat dalam runtunan bunyi itu. Misalnya runtunan bunyi dalam bahasa Indonesia berikut (untuk sementara untuk memudahkan pengertian tidak digunakan transkripsi fonetik melainkan transkripsi ortografis dengan mengabaikan unsusr-unsur suprasegmentalnya).
(1) [keduaorangitumeninggalkanruangansidangmeskipunrapatbelumselesai]
Pada tahap pertama, runtunan bunyi itu dapat disegmentasikan berdasarkan adanya jeda atau hentian yang paling besar menjadi (1a) dan (1b) sebagai berikut:
(1a) [keduaorangitumeninggalkanruangansidang]
(1b) [meskipunrapatbelumselesai]
Pada tahap kedua, segmen (1a) dapat disegmentasikn menjadi (1a1) dan (1a2); dan segmen (1b) dapat disegmentasikn menjadi (1b1) dan (1b2):
(1a1) [keduaorangitu]
(1a2) [meninggalkanruangsidang]
(1b1) [meskipun]
(1b2) [rapatbelumselesai]
Demikian seterusnya, segmen-segmen runtunan bunyi itu dapat disegmentasikan lagi sehingga kita sampai pada kesatuan-kesatuan runtunan bunyi yang disebut silabel atau suku kata.
Silabel merupakan satuan runtunan bunyi yang ditandai dengan satu satuan bunyi yang paling nyaring, yang dapat disertai atau tidak oleh sebuah bunyi lain di depannya, di belakangnya, atau sekaligus di depan dan di belakangnya. Adanya puncak kenyaringan atau sonoritas inilah yang menandai silabel itu. Puncak kenyaringan itu ditandai dengan sebuah bunyi vokal.
Bidang linguistik yang mempelajari, menganalisis dan membicarakan runtunan bunyi-bunyi bahasa itu disebut fonologi, yang secara etimologi terbentuk dari kata fon yaitu bunyi, dan logi yaitu ilmu.
Topics: kuliah bahasa indonesia |

















