Blog Stats

Tulisan Terdahulu

Kategori


« Membedakan Pemakaian Kata “di” | Main | Bahasa Indonesia Tidak Praktis »

Mari Beraksi

By Bambang Wibowo | Februari 27, 2008

Ketika blogwalking (kata ini sudah ada padanannya dalam bahasa Indonesia belum ya?), saya seringkali menjumpai keresahan-keresahan para blogger (ini juga apa ya padanannya?) tentang minimnya pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar di blogosfer (ini lagi, apa ya padanannya). Sebenarnya saya menangkap kesan, ada “semangat” untuk mempergunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sehingga menjadikan bahasa Indonesia sebagai tuan rumah di negara sendiri.
Namun tidak mudah untuk mewujudkan hal tersebut karena ada kendala-kendala di sana-sini.
Daniy dalam salah satu artikelnya menuliskan sebagai berikut:

Berbicara dan berdebat tentang bahasa Indonesia beserta kebakuan kata-katanya memang susah susah gampang. Kendala yang paling utama adalah ketiadaan sumber acuan yang dapat menuntaskan…

Jay dalam tulisannya menyebutkan beberapa kesulitan dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar :

Rintangan Mental
… Banyak yang berpendapat kalimat Bahasa Indonesia terlalu panjang untuk ekspresi yang sama dalam Bahasa Inggris…

..Menyampaikan kecerdasan berpikir terkadang diekspresikan dalam bentuk paradoks atau hipokritikal. Selain kesulitan menulis juga kita sering dihantui kewaswasan pembaca tidak akan mengerti, sehingga yang keluar adalah kalimat-kalimat yang berprinsip “yang penting yang baca ngerti”…

Makna Asosiatif
Orang cenderung menghindari penggunaan kosakata yang mempunyai makna asosiatif karena kewaswasan berlebihan disalahartikan pembaca, padahal dengan kalimat yang sama dan dengan penggantian kosakata lain tidaklah akan mengubah arti kalimat itu sendiri.

Bentukan Waktu
Saat pendapat dikemukakan mengenai Bahasa Indonesia tidak mengenal bentukan kata terhadap waktu maka pendapat tersebut pastilah disampaikan oleh kecerdasan seseorang yang mempunyai kemampuan bahasa lain, terutama Bahasa Inggris. Pendapat tersebut sering berakhir dalam kesimpulan bahwa Bahasa Indonesia itu jelek. Mungkin menurut orang Prancis Bahasa Indonesia itu jelek karena tidak mengenal gender untuk setiap kata bendanya. Mungkin menurut orang Arab Bahasa Indonesia itu jelek karena tidak mengenal kata ganti tunggal, dua dan jamak. Mungkin juga menurut orang Cina Bahasa Indonesia itu jelek karena hanya bisa dituliskan dengan satu bentuk saja, tidak seperti kata pedang yang bisa dituliskan puluhan bentuk dalam tulisan Cina.

Dari semua kendala yang disebutkannya itu, jay menggarisbawahi satu hal yang bahkan menurut dia sendiri membuat sulitnya aplikasi bahasa Indonesia :

Satu hal lain yang masih mengganjal bagi saya pribadi adalah tidak adanya Pusat Bahasa menyediakan situs panduan berbahasa, menyediakan kamus Bahasa Indonesia online, menyediakan sarana online untuk menerima masukan serapan kosakata, menerbitkan kosakata baru secara resmi, dan banyak lagi.

Tentu masih banyak lagi faktor-faktor yang mempengaruhi sulitnya bahasa Indonesia yang baik dan benar digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun demikian, saya menyimpulkan satu hal yang merupakan muara dari keluhan para blogger di blogosfer tentang kesulitan penerapan bahasa Indonesia yang baik dan benar : tidak ada alat bantu (dalam hal ini diharapkan datang dari pihak yang berwenang, Pusat Bahasa), baik itu berupa panduan, kamus online dan sejenisnya, yang dapat digunakan sebagai problem solver ketika kita menghadapi kendala, dan tempat menemukan jawaban ketika muncul pertanyaan-pertanyaan.
Kalau muaranya sama, bagaimana kalau kemudian kita berpikir dan kemudian bertindak : kalau yang berwenang tidak atau belum mengambil tindakan seperti yang kita harapkan, mengapa tidak kita saja sebagai orang yang peduli terhadap bahasa kita, yang melakukannya? Ayo, siapa yang mau memulai membuat kamus online?

Berbagi dan Nikmati: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • del.icio.us
  • Netvouz
  • DZone
  • ThisNext
  • MisterWong
  • Wists
  • Ma.gnolia
  • Reddit
  • BlogMemes
  • Netscape
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • YahooMyWeb

Topics: Bahasa Indonesia |

2 Responses to “Mari Beraksi”

  1. Neny Says:
    Maret 24th, 2008 at 14:57

    Lah iya mas Bambang, makanya saya bilang ‘rasanya’ aneh. Lha wong mungkin karena sudah terlalu sering pake bahasa lain, jadinya kaku gitu. Terima kasih sudah mampir…

  2. Kamus Online Inggris Indonesia Says:
    September 8th, 2009 at 03:34

    ayo… siapa yang mau memulainya, mungkin bisa dbuatkan wiki seperti id.wikipedia.org… semoga saja cepat terwujud… salam

Comments